29 April 2008
di
16:12
|
0
komentar
Link ke posting ini

Stasiun TV Al-Manar, yang dikenal dengan siaran 'Anti-Zionis' rencananya mengudara di Bumi Indonesia, wah bakalan kebakaran jenggot neh Amrik. Sejatinya stasiun TV ini mengudara di bulan April, tapi ketika info ini didapat saya sudah utak-atik cari chanel di BK Vision…tapi belum ketemu, ah kalau memang jodoh pastilah ketemu..'
Stasiun TV ini ketika Januari lalu sempat mengudara di Thailand, namun diputus kontraknya secara sepihak, Al-Manar dipancarkan dari Beirut sejak tahun 1991 Stasiun TV milik pejuang Hizbullah.
Al-Manar yang dikenal dengan perlawanan 'anti-Israel' telah bekerja sama dengan Indosat, pengelola satelit Palapa C2.
Jika siaran Al-Manar mudah diaskes di Indonesia, boleh jadi, siarannya tak bisa membuat tidur nyenyak para sekutu Amerika dan Israel di sini. Ini bisa dimaklumi, Al-Manar selama ini dikenal sangat blak-blakan meliput kejahatan dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina. Sedang selama ini, Israel dan Amerika berusaha menempatkan Hamas, Hizbullah dan pejuang Palestina yang lain sebagai teroris. Selain itu, dengan populasi umat Islam Indonesia yang jumlahnya terbesar di dunia ini tak akan dibiarkan Israel dan AS "terpengaruh" siarannya.
Serangan Hacker
Al-Manar yang artinya 'menara suar', pusat pengendali siarannya berada di Beirut, Libanon dan bisa ditonton di wilayah Asia-Pasifik. Al-Manar merupakan TV yang dengan slogan 'Stasiun Perlawanan' atau qanat al-muqawama ini seriang melakukan "perang urat syaraf" dengan musuh utama mereka, zionis-Yahudi. Sebelum sampai ke Indonesia, Al-Manar telah menyebarkan pesannya ke seluruh dunia Arab.
Sampai pada tahun 2004, Al-Manar ditaksir telah menyedot 10-15 juta penonton dari seluruh penjuru dunia. Meski dikenal sebagai media propaganda utama organisasi Syiah Hizbullah, Al-Manar pernah menyangkal mendapat subsidi oleh partai Hizbullah.
Di Indonesia, transpordernya Satelit Palapa C2 di 113 derajat bujur timur, frekuensi 4080 Mhz kutub horizontal, symbol rate 2815 dan FEC 3/4.
Pada 31 Juli tahun 2006, Al-Manar pernah menjadi korban serangan digital, yang membahayakan sinyalnya selama beberapa menit. Serangan yang diketahui datang dari Israel itu terjadi saat siaran berita sedang berlangsung. Siaran tiba-tiba terganggu dan gambar-gambar para pejuang Hizbullah yang tewas ditunjukkan di layar TV.
Sebagaimana diakui situs Israel, www.Ynetnews.com, serangan itu dilancarkan oleh Israeli Defence Force (IDF), sebuah unit intelijen militer milik Israel. Gangguan siaran tersebut bukanlah serangan pertama bagi Al-Manar. Sebelumnya, IDF telah berusaha melumpuhkan stasiun TV milik Hizbullah itu meski belum pernah berhasil.
Semenjak peristiwa itu, kantor utama Al-Manar dipindahkan ke lokasi baru yang dirahasiakan. Namun, pada serangan berikutunya lebih bersifat maya. Jika jadi siaran di Indonesia, bukan tak mungkin, di masa mendatang, Israel akan melakukan langkah “usil” sebagaimana sering dilakukan. Dan boleh jadi pula, Amerika tak akan menjerat atau menuduhnya dengan tuduhkan “kejahatan dunia cyber” (Sumber: Hidayatulah & detik.com).
Diposkan oleh
Idrus®



